Perjalanan Mengikuti Pelatihan Jurnalistik Buruh




Tepatnya hari Sabtu,07 April 2015. Saya mendapat telpon dari TURC (saudara Ferry Afrizal). Sebetulnya sih saya tidak kenal secara akrab, Di TURC sendiri saya hanya mengenal Ari Lazuardi, yang kebetulan pernah diskusian tentang perburuhan di sekertariat TURC , dan saya diberinya buku-buku bacaan tentang perburuhan dan seribu eksemplar tabloid lembur untuk di bagikan di wilayah serang. Sebetulnya saya pun tahu bahwa TURC di serang tidak mempunyai kerjasama dengan serikat manapun, ini yang membuatku teramat kecewa. Tapi hal itu tidak mengurungkan niat saya untuk mengikuti pelatihan yang diadakan TURC,Solidaritas.net, dan Buruhonline.com tersebut.Setidaknya ini akan menajamkan imajinasiku untuk mengolah fikiran menjadi sebuah berita. Setelah berdiskusi panjang, saat itu juga Ferry Afrizal mengirimkan E-mail form pendaftaran dan kerangka jadwal pelatihan, setelah saya baca dan saya pelajari, akhirnya saya memutuskan untuk ikut pelatihan tersebut. Pelatihan tersebut dilaksanakan tiga hari, yakni dari Tanggal 17-19 April 2015. Karena keterbatasan peserta, maka saat itu saya putuskan untuk berangkat saja. Setelah mengurus cuti pada tanggal tersebut, Tepat setelah Sholat Jum’at 17 April 2015 Saya menuju jakarta, setelah hampir 2 jam perjalanan akhirnya saya sampai di Tomang,perjalanan saya lanjutkan jalan kaki menuju Halte Trans Jakarta terdekat yaitu Halte Mandala.

Setelah membeli kartu Trans sebesar Rp 40.000 saya pun menuju Shelter Harmoni,setelah ikut mengantri kemudian saya lanjutkan naik Trans yanga ke arah PGC, sekitar 15 menit kemudian sampailah di Halte Juanda yang tepat berada di sisi utara Masjid Istiqlal. Kemudian saya lanjutkan dengan jalan kaki sekitar Lima Ratus Meter menuju Tempat pelatihan. Tepat pukul 15:30 wib sampai dan cek in ke kamar hotel. Kebetulan saya mendapatkan kamar nomor 406 lantai Empat. Karena acara mulai pukul 19:00 wib,saya sengaja jalan-jalan dulu di sekitar Pasar Baru, tujuannya jelas ingin menikmati Destinasi Pasar Baru yang merupakan daerah Pecinan. Sesi pertama dari pelatihan ini adalah Perkenalan, peserta yang hadir saat itu 25 orang yang datang dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang,Serang,bahkan ada yang dari Sidoarjo dan Cilacap. Acara kemudian acara dibuka oleh Direktur TURC yakni Surya Candra dan didampingi Hafidz dari Buruhonline.com dan Sarrinah dari Solidaritas.net, selanjutnya acara langsung ke materi pertama.

Mengingat yang mengisi materi dari profesional-profesional Aktivis perburuhan, diantaranya Ibu Luviana yang merupakan salah satu korban PHK dari Metro TV karna membentuk serikat pekerja di Televisi milik Surya Paloh tersebut, dan kini Ibu Luviana bekerja di KBR’68H dan Menjadi pengurus AJI Jakarta. Nara sumber lainya adalah Imam Hadi Wibowo dari Hukumonline.com, Hafidz dari Buruhonline.com, Sarinnah dari Solidaritas.net, dan Alves Fonataba Dari Divisi media dan fotografi kONTRAS. Ibu Luviana mengisi materi pertama yang menceritakan sejarah Jurnalistik dari tahun ke tahun serta menyiasati menghadapi media-media mainstream yang tidak berimbangnya jika memberitakan gerakan buruh, Acara yang dikemas dengan apik ini selesai tepat Pukul 23:00 wib. “Saat ini kita dihadapkan dengan suasana media yang tidak berpihak terhadap kaum buruh, jadi buruh harus mempunyai jiwa jurnalistik dan membuat media sendiri untuk mengkampanyekan gerakannya”. Ungkap Ibu Luviana. Hari kedua Pelatihan ini dimulai tepat Pukul 08:00 wib, kali ini yang memberikan materi saudara Imam Hadi Wibowo SH dari Hukumonline.com, materi yang disampaikan adalah mengenai Tehnik Menulis Berita, membuat kerangka berita, praktek menulis Berita, dan mempresentasikan hasil peliputan. Pada sesi inilah seluruh peserta ditantang untuk menjadi jurnalis peliputan dengan mencari berita sendiri di sekitar Pasar Baru. Tepat pukul 11:00 wib seluruh peserta wajib meliput dan mencari berita di luar,dan saya pun masuk kawasan Pasar Baru. Setelah berkeliling kawasan tersebut sampailah saya di sebuah gang sempit yakni Gang Kelinci, seketika itu saya jadi teringat akan sebuah lagu dangdut yang dibawakan Elvi Sukaesih, yang berjudul Gang Kelinci. Saya pun masuk ke Gang Kelinci yang dipenuhi pedagang kaki lima dan Tunawisma ini. Dan tibalah saya di ujung gang, tepatnya di Gang Kongsi yang tembus ke jalan Pasar Baru Dalam Pasar. Bau asap dupa di sepanjang Gang Kongsi membuat rasa penasaran dan membuat nafas terasa berat, tapi justru disinilah saya menemukan ide untuk membuat berita tentang Klenteng.

Setelah memberanikan diri masuk dan meminta izin sama pengelolanya, saya pun di antar masuk ke dalam, setelah memberitahu maksud dan tujuan ku kesini, saya pun di persilahkan duduk. Kemudian laki-laki separuh baya keluar dari ruang belakang menghampiriku, saya pun memperkenalkan diri dan mengutarakan kedatanganku, dengan ramahnya beliau memperkenalkan diri. Santoso Wiyoto itulah namanya, lelaki keturunan Tionghoa yang sudah 35 tahun menjadi penjaga Klenteng tersebut menceritakan banyak hal tentang sejarah berdirinya Klenteng tersebut dan Pasar Baru.dimana klenteng yang dulunya terlihat dari jalan Samanhudi dan jadi tempat satu-satunya yang berdiri megah, kini terkurung oleh bangunan –bangunan yang berjejer di sepanjang jalan Samanhudi. Bahkan lebih miris lagi setelah dibangunya Metro Atrium Plaza, Bangunan klenteng ini semakin terkurung ditengahnya.

Lebih detailnya liputan tentang Klenteng ini bisa dibaca di Blog Solidaritas.net dan di Azisjouner.blogspot.com, Liputan tentang Klenteng ini pun hanya upaya saya untuk mempraktekan apa yang telah ditugaskan dalam pelatihan jurnalistik tersebut. Tepat pukul 13:00 wib tibalah saat mempresentasikan hasil liputan tadi, seluruh peserta yang berjumlah 25 orang satu persatu maju untuk mempresentasikan hasilnya. Dan saya yang sangat antusias dengan pelatihan ini mengajukan diri untuk maju pertama kali, Hasilnya pun ternyata tidaklah mengecewakan, dimana tetap ada masukan dari kawan-kawan ataupun dari pemateri. Satu hal yang masih kurang dalan penulisan liputanku adalah dalam mengolah berita, dimana bahan berita yang lebih dari cukup tapi tidak dituangkan semuanya, lumayan lah mendapat nilai B walaupun tidak ada nilai A. Setelah semuan peserta mempresentasikan karya jurnalistik liputan di lapangan, acara selanjutnya yaitu simulasi Persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial, dimana setiap peserta terbagi menjadi tim peliputan beritanya, tiap tim terdiri atas Dua orang dimana satu orang yang meliput di Ruang sidang, semantara yang satunya meliput diluar sidang. Dan hasil akhirnya adalah gabungan dari liputan suasana sidang dan suasana di luar sidang, hal ini dimaksudkan agar peserta mampu meliput secara Up to date dan komprehensif. Praktek menulis Berita simulasi liputan persidangan dan aksi ini di bawakan oleh Hafidz dari Buruhonline.com ,mengingat semua tim harus mempresentasikan hasil jurnalistiknya, pada sesi ini jadwal berakhir tepat pukul 23:00 wib. Setelah itu peserta diberi kesempatan untuk diskusi bebas, termasuk mendiskusikan materi buat esok harinya yakni praktek membuat blog dan web serta fotografi dan videografi. Hari ketiga acara dimulai tepat pukul 08:00 wib, yaitu praktek membuat Blog dan Website. Pada sesi ini peserta langsung praktek membuat Blog dan Website serta merubah Templette.

Dan pada akhirnya peserta langsung memposting hasil karyanya selama dua hari tersebut, dan lagi-lagi saya berkesempatan memiliki blog di Solidaritas.net , Sarinah dari Solidaritas.net memberikan trik-trik membuat Blog dan Website agar tampil lebih menarik serta tehnik agar Blog kita disukai Google. Dan di sesi terakhir ada Alves Fonataba (Kepala Biro Kampanye dan jaringan Kontras) yang langsung mempraktekan bagaimana proses pengambil an gambar sesuai kaidah jurnalistik dan mengambil video saat aksi berlangsung. Sesi inipun tidak lepas dari peserta yang diwajibkan untuk praktek langsung di sekitar Pasar Baru, walaupun dengan berbekal kamera handphone Hingga Acara berakhir tepat pukul 13:00 wib, hasil karya peserta pelatihan nantinya akan di pilih secara acak untuk ditampilkan di media Buruhonline.com, Solidaritas.net, Tabloid Lembur TURC, maupun di jaringan kampanye Kontras.

Akhirnya saya pun berkemas untuk cek out dari Hotel Bunga-Bunga. Inilah kisah perjalananku mengikuti Pelatihan Jurnalistik Buruh, besar harapan saya ini adalah menjadi modal untuk maju dan bisa mengaplikasikannya di tempatku sekarang berada, yakni di Tim Media DPC-SPN Kabupaten Serang. Walaupun memang baik TURC, Buruhonline.com, Solidaritas.com,dan Hukumonline.com tidak ada kerjasama dengan Federasi Buruh di Serang.tapi tidak menjadi penghalang bagi saya untuk tetap mengikuti pelatihan ini. “Apa yang kita lakukan kali ini adalah upaya kita untuk lebih membuka jaringan media buruh yanng independen guna melawan media mainstream yang selalu berpihak terhadap pengusaha, apa yang kita beritakan adalah apa yang kita alami” pesan Surya Candra sebagai penanggung jawab acara. Note: Hasil praktek liputan beritanya bisa di baca di Blog pribadiku Azisjouner.blogspot.com maupun di Blog solidaritas.net




Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar