Sinopsis Film The Great Debaters*

the_great_debaters04

Oleh: Joni


The Great debaters merupakan film yang bercerita tentang konflik rasial dalam sejarah Amerika sebagai tema utamanya. Film garapan Denzel Washington ini menggambarkan perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat kulit hitam demi mendapatkan pengakuan sebagai warga Amerika yang memiliki kesetaraan hak. Mengisahkan mengenai seorang guru yang mengorganisisir petani dan buruh untuk melakukan pemberontakan serta mempersatukan ras kulit hitam dan kulit putih untuk berserikat dan ikut serta memperjuangkan persamaan hak.


Film yang pertama kali diputar tahun 2007 ini menggambarkan tentang keberadaan serikat petani dan buruh yang sedang diorganisir oleh Melvin Tolson sebagai bentuk perjuangan melawan penindasan terhadap mereka. Meskipun aparat keamanan setempat mencoba untuk menghalang-halangi dan bahkan membubarkan serikat dengan represif, akan tetapi tindakan tersebut tidaklah berhasil karena massa yang sudah terorganisisir melawan dengan menggunakan strategi/siasat yang cukup jitu.

Setting

Film ini mengambil setting di Texas pada tahun 1930-an. Sebagai salah satu wilayah yang berada di selatan Amerika, Texas adalah salah satu daerah yang warga kulit putihnya mendukung perbudakan dan segregasi terhadap kaum kulit hitam. Pada tahun 1930-an suhu politik di Amerika sedang memanas, salah satu pemicunya adalah perang sipil antara wilayah utara dan selatan Amerika. Salah satu perbedaan tajam antara wilayah utara dan selatan Amerika adalah terkait sikap terhadap orang kulit hitam. Penduduk kulit putih di wilayah selatan yang cenderung mendukung perbudakan dan segregasi, sedangkan penduduk di wilayah utara justru menentangnya.
Film ini adalah film yang diangkat dari kisah nyata, adapun pemilihan Texas pada medio 1930-an sebagai setting tentu tidak terlepas dari latar belakang sejarah Texas itu sendiri. Pada masa 1930-an Texas merupakan salah satu wilayah yang mencekam bagi kaum kulit hitam. Pada masa itu seorang kulit hitam di Texas seringkali dibunuh dengan keji meskipun tidak melakukan kesalahan, tanpa melalui proses peradilan sama sekali. Di Texas pula muncul berbagai pergerakan dari orang kulit hitam (kaum buruh dan kaum tani) yang menuntut kesetaraan sebagai sesama warga Amerika.

Dalam film ini terdapat beberapa figur yang menjadi elemen penting dari jalannya cerita, antara lain sebagai berikut:

Melvin B. Tolson

Seorang guru yang baik dan rendah hati yang mempelopori pergerakan kaum petani dan buruh, pembimbing tim debat di Willey College, serta seorang inisiator yang menentang ketidakadilan dan tirani pemerintahnya. Tokoh yang dianggap sebagai pribadi yang tegas dan berkepribadian. Melvin B. Tolson yang diperankan oleh Denzel Washington ini memiliki mimpi untuk membebaskan kaum tertindas serta mewujudkan kesetaraan rasial di Amerika.

James Farmer Sr.

Diperankan oleh Forest Steven Whitaker adalah seorang Doktor di Willey college, ia digambarkan sebagai salah satu cendekiawan kulit hitam yang ternama. James Farmer Sr. memiliki rasa kepedulian dan cinta kasih yang tinggi terhadap anaknya.

Henry Lowe

Salah satu anggota tim debat Willey College. Henry Lowe berasal dari keluarga yang dahulunya adalah korban perbudakan. Digambarkan sebagai sosok yang cerdas namun keras kepala dan memiliki kebiasaan mabuk dan bermain perempuan jika mendapatkan masalah yang pelik.

Samantha Booke

Salah satu anggota tim debat Willey College. Samantha Booke adalah perempuan pertama yang menjadi anggota di tim debat Willey College. Keberadaan figur Samantha yang diperankan oleh Jurnee Smollett dalam film ini turut mengangkat isu gender, bahwa kaum perempuan juga memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki.

James Farmer Jr.

Salah satu anggota tim debat Willey College. Ia merupakan putra dari James Farmer Sr. dan menjadi anggota tim debat termuda dengan usia 14 tahun. Tokoh James Farmer Jr. digambarkan sebagai pribadi yang cerdas namun kurang percaya diri, meskipun di akhir cerita ia digambarkan sebagai sosok yang pemberani dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ia juga digambarkan sebagai seorang remaja yang berada dalam masa puber, hal ini terkait dengan ketertarikannya namun tak berani untuk menyatakan perasaan yang sebenarnya terhadap Samantha.

Alur

Film ini dibuka dengan kumpulan orang kulit hitam yang menyanyikan lagu Gospel di sebuah tempat hiburan. Gambaran aktivitas tersebut diselingi dengan kuliah umum dari Dr. James Farmer Sr. yang menggambarkan suasana akademis di Willey College. Pada masa 1930-an tersebut musik Gospel telah menjadi bagian dari budaya kaum kulit hitam, adapun pidato Dr. James Farmer Sr. menggambarkan betapa pentingnya dunia pendidikan sebagai media menuju kesetaraan ras bagi kaum kulit hitam dan bagi tegaknya keadilan.

Peristiwa berikutnya adalah ketika mobil yang dikendarai oleh keluarga Farmer menabrak seekor babi hingga mati yang pemiliknya adalah orang kulit putih yang tak berperikemanusiaan. Kejadian ini menggambarkan tindak ketidaksetaraan rasial yang dialami oleh orang kulit hitam. Dalam kejadian tersebut orang kulit putih yang merupakan pemilik babi memanggil James Farmer Sr. yang merupakan seorang Doktor kulit hitam dengan sebutan “Boy”, sementara sang Doktor kulit hitam tersebut harus memanggil peternak babi tersebut dengan sebutan “Sir”. Dalam kejadian ini pemilik babi menuntut ganti rugi sebesar 25 dollar, sebuah nilai yang sangat tinggi pada masa itu, namun demi keselamatan keluarganya, akhirnya Dr. James Farmer Sr. bersedia membayar ganti rugi dengan cek senilai 17,5 dollar.

Perdebatan di pertengahan cerita dalam film ini mengisahkan mengenai perjuangan untuk mendapatkan hak kesetaraan antara ras kulit putih dan ras kulit hitam dalam hal pendidikan yang layak dan tidak bersifat diskriminatif. Terlihat dari munculnya isu pelarangan orang kulit hitam untuk kuliah di Universitas kulit putih, hal ini direpresentasikan dalam perdebatan antara Willey College dengan Oklahoma University.

Selanjutnya, melalui beberapa rangkaian kisah yang cukup panjang akhirnya upaya perjuangan kulit hitam ditempuh melalui jalur pendidikan. Sebagai sebuah universitas dari kalangan kulit hitam, Willey College berusaha membuktikan kapabilitas ilmiah orang kulit hitam yang alhasil mereka pun memenangkan lomba-lomba debat yang diikuti.

Berikutnya adalah peristiwa penyerangan terhadap sekelompok petani dan buruh yang sedang diorganisir Melvin Tolson oleh sekelompok aparat keamanan setempat. Peristiwa ini menggambarkan tindakan represif yang biasa dilakukan oleh aparat keamanan yang juga merupakan orang kulit putih di wilayah selatan Amerika dalam menyikapi sesuatu yang mereka anggap "berbahaya" serta "mengganggu ketertiban umum". Tak lama kemudian, aparat keamanan tersebut berhasil menangkap Tolson dengan alasan Tolson telah melakukan propaganda, penghasutan, dan mencoba mendirikan serikat. Peristiwa penangkapan Tolson tersebut dijawab oleh aksi massa yang terorganisir dan militan yang terdiri dari kaum tani dan kaum buruh yang beramai-ramai mendatangi kantor aparat keamanan tersebut dan menuntut agar Tolson dibebaskan yang akhirnya aparat pun membebaskannya.

Adapun peristiwa yang menjadi isu utama dalam film ini digambarkan dengan adegan pembantaian terhadap orang kulit hitam dengan cara dibakar oleh sekelompok orang kulit putih. Peristiwa ini menggambarkan bagaimana sikap orang kulit putih terhadap  orang kulit hitam di Texas pada tahun 1930-an di Amerika. Orang kulit hitam seringkali diperlakukan secara tidak manusiawi, tidak semata-mata dikucilkan secara hukum dan budaya, namun orang kulit hitam seringkali terancam nyawanya serta kemerdekaannya. Terbukti dari maraknya aksi pembantaian terhadap orang kulit hitam pada masa itu.

Selanjutnya, film ini dipenuhi dengan berbagai lomba debat yang diikuti oleh tim debat dari Willey College. Kelompok debat yang dipelopori oleh Melvin Tolson digambarkan sebagai kelompok debat yang tangguh. Kelompok tersebut menjuarai berbagai lomba debat melawan berbagai sekolah. Puncaknya adalah kemenangan Willey College dalam debat melawan Universitas Harvard yang sebelumnya adalah juara Nasional. Perdebatan-perdebatan yang ada di film ini sungguh membuat terpana siapapun yang melihat dan mendengarnya.

Filmnya bisa ditonton di nonton.com

Selamat menonton dan berpikir!

*Disadur dari: azdidahlan.wordpress.com dan diedit kembali oleh Joni
Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar