Jadi Survivor Di Alam Bebas

[caption id="attachment_518" align="alignleft" width="300"]Duduk dan beristirahat © bennylite09 Duduk dan beristirahat © bennylite09[/caption]

Sering kali kita mendengar kata survivor, namun tahukah kita arti survivor?. Survivor berasal dari survive yang berarti mampu bertahan diri dari keadaan tertentu. Sedangkan survivor adalah seorang yang sedang mempertahankan diri dari suatu keadaan tertentu (biasanya keadaan buruk).
Bagi sebagian penggiat alam maupun yang hobby olahraga adventure maka pelajaran bermaterikan survival adalah hal yang perlu. Mengapa materi survival sangat inti dalam kegiatan di alam bebas?. Inti dari materi survival adalah bagaimana kita dapat melakukan improvisasi yang memungkinkan. Dalam menjadi survivor kekuatan fisik bukanlah hal utama meskipun itu diperlukan, namun seorang survivor haruslah mampu menggunakan otaknya untuk berimprovisasi.

Bagi seorang survivor sisi psikologis mempunyai peranan yang sangat penting dalam keadaan yang genting seperti saat tersesat dalam pendakian. Dalam keadaan tersesat yang harus dilakukan seorang survivor pertama kali adalah menerapkan teori S.T.O.P. What do you mean "S.T.O.P?". S.T.O.P adalah akronim dari Sit, Think, Observe, dan Plan - Duduk, Berfikir, Mengamati, dan Merencanakan.

  • Sit : Jika dalam kegiatan di alam bebas kamu menyadari bahwa kamu tersesat, maka yang harus kamu lakukan pertama kali adalah duduk. Dengan duduk kamu dapat tetap tenang sehingga dapat berfikir jernih

  • Think : Setelah kamu duduk dan dapat berfikir jernih selanjutnya kamu dapar berfikir apa yang bisa kamu gunakan dari apa yang kamu bawa. serta bagaimana kamu akan memanfaatkan dari apa yang kamu punya untuk bertahan hidup. Ingat-ingat kembali hal-hal yang harus kamu lakukan saat tersesat. Selama kamu tetap berfikir positif maka kamu akan selamat.

  • Observe : Sebagai seorang survivor kamu haruslah bisa menjadi seorang yang mampu melakukan pengamatan sangat detail. Setelah tadi kamu duduk dan berfikir maka selanjutnya yang kamu harus lakukan adalah perhatikan lingkungan atau keadaan disekitarmu. Apakah ada tempat berlindung, sumber air, tempat tinggi, maupun tempat terbuka yang cukup luas agar kamu mudah untuk ditemukan. Dalam keadaan tersesat kamu akan mudah ditemukan jika kamu tidak banyak berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain sehingga memungkinkan kamu dapat mendirikan tempat perlindungan, membuat api dan mengirimkan sinyal.

  • Plan : Setelah kamu duduk, berfikir serta melakukan pengamatan maka saatnya kamu untuk melakukan perencanaan yang akan dilakukan. tetaplah berfikir positif dan sigap dalam menjaga diri. Mulailah dengan mencari tempat yang terbuka lalu membuat api dan membangun tempat perlindungan diri, lalu bersiaplah untuk mencari air dan makanan.

[caption id="attachment_517" align="alignleft" width="300"]Mendirikan bivak Mendirikan bivak[/caption]


Jika kamu tersesat di gunung basah dan kedinginan akan menjadi hal yang sangat fatal. Karena akan meicu hipotermia yang mematikan, jadi pastikan bahwa kamu tahu bagaimana cara mendirikan bivak darurat. Bivak darurat paling mudah dibuat menggunakan poncho atau jas hujan dan tali. Maka dalam kegiatan alam bebas poncho dan tali adalah alat yang sangat vital dan kedua peralatan ini tidak bisa absen. Jika memang poncho dan tali tidak ada dalam peralatan yang kamu bawa maka buatlah bivak menggunakan dahan pohon yang berdaun. dalam mendirikan bivak kamu haruslah memperhatikan beberapa hal ini :



  • Jika kamu ingin mendirikan bivak pastikan lokasi tempat bivak kamu berdiri adalah lokasi yang terlindung dari terpaan angin.


  • Pastikan juga bahwa tempat bivak kamu berdiri adalah lahan yang kering dan rata. Janganlah membuat bivak di daerah lembah ataupun lereng gunung yang landai.


  • Untuk mendirikan bivak kamu haruslah selektif dalam memilih batang pohon yang akan menjadi penyanggah bivak. Carilah yang kokoh jangan yang lapuk dan rapuh.


  • Jangan buat bivak didekat aliran sungai ataupun jalan setapak yang biasa hewan lewati.


  • Sekitaran bivakmu buatlah galian parit kecil agar dasar bivak kamu tetap kering dan nyaman saat hujan turun.


Api adalah elemen penting jika kamu tersesat baik di gunung ataupun di hutan. Api yang kamu buat dapat menghangatkan tubuh, memasak makanan, menghalau binatang buas serta bisa juga dijadikan sebagai sinyal pertolongan. Dalam hal ini kamu bisa membuat api dari banyak media, antara lainnya adalah botol plastik, baterai, hingga lensa kacamata. Beberapa cara membuat api adalah :



  • Dengan menggunakan baterai dan alumunium foil untuk dijadikan pemantik api. Baterai apapun bisa kamu gunakan untuk menghasilkan api. Cara kerjanya adalah dengan membuat arus pendek dengan menghubungkan kutub positif dan negatif dengan kabel , kawat, steel wood, maupun aluminium foil (sering ditemukan pada bungkus permen karet ataupun bungkus rokok) dan kamu bisa memantiknya pada tumpukan ataupun bundelan yang mudah terbakar.


  • Selanjutnya adalah dengan lensa kacamata atau botol berisi air. Pada kacamata rabun jauh lensanya memiliki prinsip sama seperti loop atau kaca pembesar yang dapat memfokuskan cahaya matahari pada satu titik. Prinsip kerja pada lensa kacamata juga bisa digunakan pada botol berisi air.


selain kedua cara itu kamu juga bisa menggunakan cara primitif yaitu dengan menggesekkan kayu keras ke kayu yang lebih lunak. Namun cara seperti ini sangat sulit dan cukup memakan waktu banyak.

Selain api elemen yang juga penting adalah air. Kemampuan survivor yang paling utama untuk bertahan hidup adalah bagaimana mendapatkan air jika tidak menemukan sumber air. Manusia mungkin saja dapat bertahan hidup tanpa makan selama berminggu-minggu namun tanpa air manusia hanya mampu hidup 3-5 hari saja. Maka saat kamu tersesat di alam bebas prioritas kamu adalah mendapatkan air. Ada beberapa cara untuk menghasilkan air jika kamu tidak dapat menemukan air di sekitarmu yaitu :



  • Air hujan, ya air hujan adalah salah satu sumber air kamu jika tidak menemui sumber air yang terdekat. Peran poncho kembali penting dalam peran bertahan hidup selain dimanfaatkan sebagai bivak tapi poncho juga bisa sebagai sarana mengalirkan air hujan.


  • Dari tumbuhan juga kamu bisa mendapatkan air. Caranya mudah bungkus ujung daun dengan plastik lalu ikat bagian ujung bawah plastik. Karena tumbuhan bernafas maka saat kamu membungkus daun itu dengan plastik gas yang dikeluarkan dari daun tersebut akan menjadi titik air. Pemilihan daun yang tepat juga mempengaruhi dalam mendapatkan air yang maksimal.


  • Solar still, teknik solar still ini dapat digunakan untuk kamu mendapatkan air. mudah saja jika kamu ingin menerapkannya caranya adalah galilah lubang agak dalam setelah lubang yang kamu buat selesai carilah dedaunan dan letakkan daun itu di dasar lubang jangan lupa letakkan wadah penampung untuk menampung air. Jika sudah dedaunan dan wadah penampung kamu letakkan dilubang tutuplah lubang dengan plastik dan letakkan batu kecil di tengahnya. Setelah semuanya kamu lakukan yang harus kamu lakukan adalah menunggu air terkumpul di wadah penampungmu.


  • Lumut yang berada di pohon bisa kamu manfaatkan juga sebagai sumber air. Mudah saja kerok saja lumut yang ada di pohon lalu kamu genggam lumut tersebut dan tekan lumut yang di dalam genggaman sehingga air keluar dari lumut. lumut banyak menyimpan air sehingga lumut bisa dijadikan salah satu sumber airmu.


  • salah satu yang bisa kamu lakukan jika masih juga bingung untuk mendapatkan air maka kamu hanya harus melakukan pengamatan hewan-hewan pada pagi dan sore hari. Karena mungkin saja hewan-hewan tersebut akan menuntunmu ke sumber air.


Kini kamu sudah punya api dan air tapi apakah kamu bisa bertahan hidup tanpa asupan makanan?. biarpun mausia bisa hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu tapi untuk sumber tenaga manusia adalah makanan maka kamu juga perlu mencari sumber asupan makanan. sumber makanan yang kamu bisa temukan di alam bebas dan dalam keadaan darurat adalah tumbuhan diantara lain :



  • Cantigi, tumbuhan yang mempunyai nama latin Vaccinium Faringiaefolium banyak dan mudah ditemukan di gunung. Selain itu tumbuhan ini mudah dikenali yaitu daun mudanya yang diujungnya berwarna merah serta rasanya agak masam seperti belimbing.


  • Ceplukan, tumbuhan yang mempunyai nama latin Physallis peruviana.L ini juga sering disebut tanaman obat oleh sebagian orang. tumbuhan ini mudah ditemukan di daerah yang terbuka dan sering terkena sinar matahari. Ciri dari buah ini adalah buahnya kecil-kecil dan tertutup serta rasanya manis.


  • Setelah cantigi dan ceplukan tumbuhan lain yang dapat kamu makan adalah jamur. Namun tidak semua jamur yang kamu temui dapat dimakan. hindari jamur yang warnanya mencolok.


Kamu juga harus punya pedoman dalam mencari sumber makanan. Biasanya pengalaman serta pengetahuan akan membantu kamu dalam keadaan menjadi survivor. Ynag kamu harus perhatikan dalam menemukan makanan adalah apakah makanan tersebut dapat dicerna atau tidak. untuk banyak cara untuk mengetahui bahwa tumbuhan itu dapat dimakan atau tidak.



  • Kamu dapat memperhatikan makanan yang dimakan oleh monyet dan kera. Karena perimata secara genetik mempunyai kemiripan dalam organ pencernaannya.


  • Berburu hewan untuk dijadikan sumber makanan adalah sebuah pilihan alternatif yang dapat dilakukan. burung, ayam hutan jangkrik, serangga, dll adalah hewan yang dapat kamu jadikan bahan buruan. sebagai pemburu kamu haruslah menguasai teknik membuat berbagai perangkap.


  • Saat kamu jadi survivor dan kamu mencari tumbuhan untuk dijadikan sumber makanan maka hindarilah tumbuhan berbulu. Karena tumbuhan berbulu tidak dapat dicerna oleh organ pencernaan manusia.


  • Tumbuhan yang banyak getah  juga tidak dapat kamu makan. Karena bisa saja getah itu mengandung racun yang dapat menyebabkan alergi di tubuh kita.


  • Selain tumbuhan berbulu dan bergetah, tumbuhan berbau tidak sedap juga tidak layak untuk dikonsumsi.


  • Jika kamu masih bingung mencari tumbuhan yang dapat dicerna maka kamu dapat mencari umbi-umbian.


  • Kamu juga dapat mencari makanan dari tumbuhan yang batangnya dapat dimakan. seperti tebu, rebung(tunas bambu muda), dan batang pisang.


  • Dedaunan juga dapat kamu makan seperti : selda air, daun singkong, daun pakis dll


  • Jika memang terpaksa barulah kamu mencari jamur yang dapat dimakan. hindarilah jamur yang tumbuh dari kotoran hewan, jamur yang warnanya mencolok, jamur yang berbintik kontras dan jamur yang mengeluarkan bau menyengat dan mengeluarkan getah.


Kamu sudah dapat tumbuhan yang akan kamu jadikan makanan tapi kamu masih ragu apakah tumbuhan ini benar-benar tidak beracun. Nah, kami akan memberikan tips untuk kamu supaya bisa mengidentifikasi apakah tumbuhan yang kamu dapat ini tidak beracun atau memang beracun. caranya adalah seperti ini :



  • Tumbuhan yang kamu dapat cobalah kamu sayat lalu kamu oleskan tumbuhan yang disayat tadi pada telapak tangan kamu. Tunggulah sekitar 5-10 menit, jika menimbulkan iritasi atau membuat gatal pada telapak tangan maka buanglah tumbuhan itu karena tumbuhan itu tidak layak untuk kamu makan.


  • Jika tes pertama lolos, kamu bisa menyayat kembali tumbuhan yang kamu dapat lalu kamu oleskan sayatan tumbuhan itu pada pipi kamu. Tunggulah sekitar 5-10 menit, jika meninggalkan rasa gatal pada pipi serta merasa panas pada pipi kamu maka hindari tumbuhan itu karena tumbuhan tsb beracun.


  • Jika tes kedua lolos, sayat kembali tumbuhan tersebut dan oleskan kembali ke bibir kamu. Tunggulah sekitar 5-10 menit, jika menimbulkan rasa gatal dan meninggalkan bercak atau ruam merah maka hindarilah tumbuhan itu karena tumbuhan tersebut mengandung racun.


  • Tes pertama, kedua, dan ketiga sudah lolos namun bukan berarti kamu bisa langsung memakannya. Kamu harus melakukan satu tes lagi yaitu cobalah makan sedikit tumbuhan yang kamu temui tadi. Tunggulah sekitar 5-10 menit, jika tenggorokan kamu merasa gatal dan panas serta menimbulkan mual dan pusing maka jangan teruskan makan tumbuhan itu. Karena tumbuhan itu mengandung racun.


  • Jika semua tes sudah lolos serta dirasa aman untuk tubuh maka kamu bisa mulai memasak tumbuhan itu. Saat memasak tumbuhan itu kamu bisa memberi garam sedikit sebagai penetralisir racun(meskipun tidak berbahaya) dan bakteri yang ada.

Kini kamu sudah siap jika sewaktu-waktu dihadapkan pada posisi survivor. Kamu sudah memiliki teori dan jangan lupa untuk dipraktekkan agar dapat mengasah terus kemampuan kamu dalam menjadi survivor. "Salam Lestari" "Yzd"

Ingat "Jangan membunuh apapun kecuali waktu, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, dan jangan mengambil apapun kecuali gambar".
Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar