Pengalaman Akun Diblokir Facebook

jawaban facebookTahun 2009, saya membuat Facebook pertama kali. Saat diminta nama dua kata, saya kesulitan karena nama pemberian orang tua saya hanya satu kata: "Sarinah". Jadi, saya pakailah nama Sher Rin. Dipenggal dua. Karena hurufnya sedikit banget: Saya tambahkan lagi huruf r dan n di masing-masing kata itu. Ketika Facebook berubah kebijakan membolehkan satu nama, saya coba ganti, tidak bisa. Saya biarkan saja, karena toh, selama ini saya sudah terlanjur dikenal oleh teman-teman saya dengan nama Sherr Rinn, terutama kawan-kawan dari luar Sulawesi.

Semalam, saya dilaporkan beramai-ramai oleh anggota SPMI atas instruksi Rohman, Farid Ridho alias Said Nasser (adiknya Said Iqbal), Rumput Teki alias Nur Fahrozy dan entah siapa lagi. Mereka mengakuinya dalam status Facebooknya (ada screenshot-nya). Dan akun saya dinonaktifkan oleh Facebook alias diblokir Facebook. Saya baca forum orang-orang yang pernah diblokir, hasilnya negatif, rata-rata akunnya tidak bisa kembali. Saya masuk ke forum berbahasa Inggris dan ada yang punya pengalaman akunnya kembali.

Saya verifikasi semua dokumen yang diminta oleh Facebook dan menjelaskan bahwa aktivitas saya di Facebook sangat menghargai kebijakan komunitas Facebook. Saya mempromosikan demokrasi, anti rasisme, dan anti diskriminasi berdasarkan agama, suku dan ras. Sempat terpikir untuk mengirimkan surat fisik ke kantor Facebook. Lain kali saya akan jelaskan langkah-langkahnya lebih detail.

Saya terkejut juga karena dalam satu jam akun saya dikembalikan, padahal biasanya butuh waktu 24-48 jam (berdasarkan pengalaman orang di forum berbahasa Inggris itu). Facebook juga meminta maaf atas ketidaknyamanan ini (standard). Nama saya diganti menjadi sesuai paspor dan boleh mengubah nama lagi setelah 60 hari.

Jadi, jangan takut kalau akun dinonaktifkan, selama kita benar dan tidak berbuat yang aneh-aneh. Ajukan banding. Yang harus takut itu adalah orang yang gemar mempromosikan gagasan rasisme (anti Cina), anti agama lain,dst, karena itu melanggar kebijakan Facebook! Tahu sendiri, khan, kelompok yang doyan melakukan ini saat Pilpres lalu.
Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar