Buruh Jomblo: Playboy itu Bernama PT



PT “Perseroan Terbatas” adalah lazimnya sebutan untuk pabrik di kalangan buruh. Para terpelajar (terutama yang kiri), boleh saja menyebutnya dengan pabrik atau perusahaan, tapi bahasa gaul buruh adalah PT. “Loe kerja di dimana?”, “gue kerja di PT”; “ah sial gue habis kontrak di PT”, dll.

Bisa bekerja di PT adalah alamat baik bagi calon buruh yang hanya lulusan SMA. Tak jarang, kerja di PT menjadi impian yang telah disiapkan sejak awal dengan sekolah di SMK, agar gampang masuk PT. Kuliah tak mungkin, karena mahal dan orang tua tak ada uang. Segala cara itu termasuk dengan masuk PT melalui jasa calo atau yayasan.

Sedihnya, bekerja di PT sering tidak berlangsung selamanya seperti cinta sejati yang bersama sampai mati tua. Ada satu masa ketika buruh disayangi oleh PT, kemudian dicampakkan seperti barang bekas. PT ini memang playboy kelas berat, seorang ia bisa mencampakkan ratusan buruh laki-laki dan perempuan dalam sekali sikat, apalagi jika buruh ingin bikin serikat.

“Ah, khan, gampang, tinggal cari PT lain.” ternyata tidak semudah itu, karena PT hanya menyukai daun muda berusia 18-24 tahun (kadang batas umurnya lebih muda lagi), tinggi badan minimal 155 cm untuk cewek dan 160 cm untuk cowok, itu belum persyaratan tak resmi lainnya: cantik dan ganteng (good looking). Loh, kok, memangnya mau jadi model? Begitulah adanya, barangkali untuk cuci mata para HRD yang kurang ajarnya sejak awal menegaskan "ini hanya kawin kontrak!".

Seandainya tak ada aturan batasan umur 18 tahun (anak), tentunya mereka mau yang lebih muda lagi, asalkan bisa kerja. Tapi mereka tak mau di bawah 18 tahun, karena bisa kena tuduhan pedofilia.

PT-PT ini mencari mangsa setiap tahun terutama saat menjelang lebaran dan awal tahun. Lebaran adalah saat baik memecat buruh atau menghabiskan kontrak mereka, karena tak perlu bayar tunjangan hari raya (THR). Begitu juga di awal tahun, putuskan saja buruh-buruh ini, agar tak perlu membayar mereka dengan hitungan kenaikan upah yang baru.

Setelah diputus atau habis kontrak, ribuan buruh menjomblo seketika. Beberapa PT membekali dengan pesangon menyiasati aturan UU dan agar buruh tak menuntut tanggungjawab. Buruh yang masih muda, bisa mencari dan masuk ke PT yang lain (bila beruntung). Sementara, yang sudah berumur, harus menanggung jomblo seumur hidup: menganggur atau buka usaha kecil-kecilan atau pulang kampung, menghadapi pertanyaan: kapan kawin?
Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar