Diancam Dibubarkan, Peserta Festival Belok Kiri Membludak

Jakarta - Brigade Korpus Gerakan Pemuda Islam Indonesia dan Brigade Pelajar Islam Indonesia mendatangi gedung LBH Jakarta, Cikini, Sabtu (19/3/2016) untuk menolak acara Belok Kiri Fest dengan alasan paham kiri bertentangan dengan Pancasila.

Acara Belok Kiri Fest, 19 Maret 2016. Sumber foto:
@SejarahGerakanKiriIndonesia
Dijelaskan,  NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 merupakan jalan lurus bagi bangsa Indonesia, keduanya adalah khittah perjuangan kebangsaan Indonesia, mereka menilai, Negeri ini seringkali oleng karena sebagian penguasanya mengarahkan bangsa untuk belok ke kanan dan ke kiri, saat ini sekelompok masyarakat yang mengelu-elukan ideologi kiri.

Mereka memperkuat argumennya dengan menggunakan TAP MPR No.XXVI tahun 1966 tentang larangan paham komunisme di Indonesia. Sehingga, menurut mereka, penyebaran ajaran komunisme adalah bentuk perlawanan terhadap hukum.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh kelompok kiri dalam penyebaran pahamnya dianggap sebagai ancaman serius bangsa ini yang selalu membuka luka lama dalam proses sejarah yang lampau.
“Bahwa kelompok kiri telah massif melakukan gerakan dan berlindung atas nama HAM. Gerakan kiri tidak menghiraukan penolakan dari berbagai pihak, justru melakukan penyebaran di berbagai tempat,” demikian tertulis dalam siaran persnya.
Maka dari itu, mereka selaku ormas pemuda dan pelajar yang mengaku setia terhadap NKRI merasa tersentuh atas kegiatan-kegiatan kelompok kiri dan menyatakan akan selalu menjadi garda terdepan dalam menghadang paham-paham kiri.

Brigade Korpus Gerakan Pemuda Islam Indonesia dan Brigade Pelajar Islam Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Segera Aparat penegak Hukum untuk bertindak tegas dalam menyikapi persoalan kegiatan-kegiatan yg menyebarkan paham-paham kiri
  2. Menolak segala bentuk kegiatan apapun dan dimanapun kelompok kiri
  3. Meminta kepada Pemerintah untuk bersikap tegas dan menjalankan amanah Tap MPR No. XXVI tahun 1966

Meski begitu, kegiatan BelokKiri.Fest tetap berjalan dengan agenda diskusi Islam progresif  dengan jumlah peserta yang membludak hingga mencapai 500 peserta, menurut laman Facebook Sejarah Gerakan Kiri untuk Pemula.
Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar