Masih Bisa Jual Buku di Belok Kiri Fest

Ini adalah lapak jualan Sebumi (Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia di acara Belok Kiri Fest. Selain menjual kaos cukil, Sebumi juga memperkenankan kawan-kawan dari PPRI untuk ikutan di lapak mereka menjual buku-buku kiri. Buku-buku ini didatangkan dari Yogyakarta, dari penerbit Bintang Nusantara.

Memahami sejarah akan membuat kita menghargai momen menjual buku, karena pernah selama 32 tahun (1965-1966) Orde Baru memberangus kebebasan membaca buku-buku semacam ini. Karya sastra macam Bumi Manusia dapat membuat Orde Baru memenjarakan Bambang Isti selama 8 tahun pada 1989 hanya karena menjualnya! Sementara, Bambang Subono divonis 7 tahun dan Bonar Tigor Naipospos 8 tahun 6 bulan.

Seandainya saat ini masih jaman Orba, tentulah tak mungkin bagi kami untuk membentuk Kelompok Baca Bumi Manusia (KBBM). Tentu kami semua sudah masuk penjara. 

Saat ini kami mudah mendapatkan, bahkan menjual segala macam buku kiri sampai karya-karya Marx-Engels dan Lenin. Tapi tentu, serangan yang terus-menerus, termasuk serangan terhadap acara Belok Kiri Fest ini sehingga terpaksa pindah dari Taman Ismail Marzuki ke LBH Jakarta adalah persoalan besar yang mengancam demokrasi. Ini bukan soal karena anti keberagaman belaka, tapi serangan dari ideologi kelas berkuasa, sisa-sisa Orba, yang masih bercokol begitu kuat. Sekaligus memperlihatkan betapa lemahnya politik kiri. Jika dulu, penguasa merepresi dengan tentara, sekarang menggunakan milisi sipil reaksioner. Kita hanya bisa melawan mereka jika mampu memobilisasi massa tandingan.

Tak cukup lagi melawan dengan menyebarkan gagasan saja, termasuk hanya jual buku ini, kita jual harus berorganisasi dan memperkuat organisasi-organisasi massa kelas tertindas. Kepeloporan harus dibangun lagi  Kita tak ada apa-apanya tanpa organisasi 

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar