Dalam Satu Bulan 23 Anak Perempuan Menjadi Korban ESKA

Upaya pemerintah terhadap penanggulangan masalah Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) terbilang masih sangat rendah. Terhitung sejak bulan Januari 2017 ECPAT menemukan 23 korban ESKA di Indonesia dan seluruhnya adalah anak perempuan.

Dari 23 kasus ESKA yang terungkap, 13 kasus diantaranya meliputi 5 kasus prostitusi anak, 3 kasus pornografi anak, 2 kasus perdagangan anak untuk tujuan seksual, 1 kasus perdagangan anak dan 2 kasus prostitusi anak secara online.

Diantara jumlah tersebut Kasus prostitusi anak paling mendominasi yakni 35.5 persen yang tersebar di 4 Provinsi yakni Jawa barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah  dan Bangka Belitung.

Untuk kasus prostitusi online modus yang digunakan terbilang baru, pelaku memanfaatkan media sosial Twitter  sebagai alat promosi untuk menjajakan anak.

Untuk kasus pornografi presentasenya mencapai 23.1 persen. Situasi yang sering ditemukan yakni anak menjadi korban dan pelakunya merupakan orang dewasa memaksa berhubungan seksual lalu merekamnya dan disebarkan di media sosial.


Pada dasarnya perlindungan terhadap hak anak merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi Negara, apalagi Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki peran aktif berpartisipasi dalam kongres dunia untuk memerangi Eksploitasi Seksual Anak. Maka sangat dibutuhkan keseriusan untuk menuntaskan kasus pelecahan khususnya kepada anak-anak perempuan.

Foto : ECPAT



Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar