Peluh Ribuan Pekerja Anak Di hari Tanpa Tembakau

Foto : Brilio.net

Indonesia merupakan Negara penghasil tembakau terbesar kelima di dunia terdiri dari 500.000 lebih ladang. Diantara pekerjanya, terdapat ribuan anak-anak berusia delapan sampai belasan tahun yang bekerja menjadi buruh di pabrik rokok dengan ancaman keamanan dan kesehatan.

Seperti temuan Human Right Watch (HRW), para pekerja anak harus menggunakan peralatan tajam berbahaya, mengangkat beban berat, dan bekerja di bawah suhu panas yang ekstrem dengan upah hanya Rp 13 per batang rokok.

Selain itu, tiap harinya para pekerja anak di pabrik tembakau terekspos zat nikotin dan pestisida yang berbahaya. Nikotin dan pestisida tersebut berbahaya bagi kesehatan otak dan tumbuh kembang anak. Paparan nikotin dan pestisida terserap melalui pori-pori kulit yang menyebabkan mual, muntah, dan gejala keracunan lainnya.

Diah Saminarsih pendiri CSISDI mengatakan, para pekerja anak tersebut tidak punya pilihan, mereka terpaksa bekerja dengan resiko kesehatan dan keamanan karena himpitan perekonomian keluarga.

“Kebanyakan anak-anak ini bekerja di ladang tembakau karena impitan perekonomian keluarga. Tapi, tak banyak keluarga yang sadar bahwa anak-anak mereka ada dalam ancaman bahaya ketika menghirup nikotin dan pestisida," tutur Diah Saminarsih, seperti di lansir Femina.co.id

Diah menambahkan pemasukan yang diberikan oleh industri tembakau tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan oleh negara untuk membiayai pengobatan bagi mereka yang terkena dampak dari tembakau itu.
Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar